Arsip untuk November, 2007

28
Nov
07

Rainbow Warrior Berlabuh di Jakarta

Liputan6.com, Jakarta: Kapal Rainbow Warrior milik aktivis pencinta lingkungan Greenpeace bersandar di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara, sejak Kamis silam. Selama berada di Indonesia, masyarakat umum dapat menaiki kapal tersebut tanpa dipungut bayaran. Bagi para pengunjung, aktivis Greenpeace akan memberikan pengertian tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Tidak hanya itu, para pengunjung juga akan diajarkan mengelola lingkungan secara bersahabat. Salah satunya dengan membuat stasiun daur ulang, yaitu memisahkan sampah organik dan anorganik. Diharapkan, masyarakat yang sudah mengunjungi Rainbow Warrior dapat menularkan pengalaman mereka kepada masyarakat lainnya.

Di Indonesia, Greenpeace sangat menentang pengrusakan hutan akibat perluasan perkebunan kelapa sawit. Pertengahan bulan lalu, mereka sempat menghalangi sebuah kapal pengangkut minyak kelapa sawit yang akan meninggalkan pelabuhan Dumai, Riau menuju India [baca: Menhut Kecam Aksi Blokade Greenpeace].

Selain sebagai bentuk protesnya, aktivis Greenpeace juga membentangkan baliho besar di sebuah kilang kelapa sawit. Mereka mengutuk ketamakan pengusaha yang membuka hutan untuk perkebunan kelapa sawit yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Sebelum ke Jakarta, Rainbow Warrior sudah terlebih dahulu singgah di India. Rencananya, kapal ini akan berlabuh di Tanjungpriok hingga Selasa mendatang.(ADO/Qodriansyah Sofyan)

lihat berita dari sumbernya

28
Nov
07

Keunikan Kerajinan Catur Khas Bali

Liputan6.com, Gianyar: Kerajinan catur tradisional khas Bali terkenal karena bentuk dan modelnya yang unik. Tak hanya itu, kerajinan ini juga mengandung nilai seni pahat yang tinggi. Papan dan buah caturnya dibuat dari bahan kayu pohon cempaka yang diukir dengan tangan.

Pusat pembuatan kerajinan catur tradisional ini ada di Banjar Jungut, Desa Batuan, Gianyar, Bali. Buah catur dibuat dalam berbagai model, mulai dari tokoh pewayangan Ramayana sampai model pejabat kerajaan zaman dulu. Tak jarang, wisatawan mancanegara datang untuk membeli kerajinan ini.

Satu set papan catur lengkap dengan buahnya baru bisa diselesaikan dalam waktu dua pekan. Maklum, proses pengerjaannya sulit dan membutuhkan keahlian khusus. Harga kerajinan ini dijual antara Rp 400 ribu hingga Rp 10 juta per set.(REN/Aries Wicaksono)

lihat berita dari sumbernya

28
Nov
07

Program Tanam 10 Juta Pohon Dimulai

Liputan6.com, Merauke: Program penanaman 10 juta pohon dimulai. Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban berharap program ini bisa menghilangkan tudingan terhadap Indonesia sebagai pembabat hutan tercepat di dunia. Diharapkan, kata Kaban, program ini lebih cepat dibanding kerusakan hutan yang terus meluas. Demikian disampaikan Kaban di Merauke, Papua, Rabu (28/11).

Kaban juga mengatakan program pemerintah tersebut akan dibarengi dengan sanksi tegas penyalahgunaan Hak Penguasaan Hutan (HPH). Adapun program ini diakui sebagai langkah untuk menunjukkan keseriusan pemerintah menahan rusaknya hutan lantaran illegal logging.

Aksi penanaman ini memang diadakan serentak di beberapa daerah. Hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menanam di Bogor, Jawa Barat. Sedangkan para menterinya juga ditugaskan melakukan hal yang sama. Seperti Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno di Banten.

Sekadar informasi, Indonesia memiliki luas hutan 120 juta hektare. Namun data dari Depertemen Hehutanan menunjukkan kerusakan hutan mencapai 2,8 juta hektare per tahun. Hingga kini kerusakan telah menembus angka 59 juta hektare.

Tak hanya itu, World Research Institute atau Badan Penelitian Internasional menyebutkan sebanyak 72 persen hutan asli Tanah Air telah hilang. Penyebab utamanya tak lain lantaran pembalakan liar alias illegal logging yang marak terjadi.(REN/Tim Liputran 6 SCTV)

lihat berita dari sumbernya

28
Nov
07

Sandal Hias Kreasi Ketut

Liputan6.com, Denpasar: Seorang perajin Bali berkreasi melukis sandal agar terlihat indah dan unik. Proses pembuatan sandal lukis ini dikerjakan tangan secara teliti. Agar lentur dan halus, bahan sandal dibuat dari kulit sapi dan kambing yang sengaja didatangkan dari Jawa.

Kerajinan sandal lukis milik Ketut Jaya Sugita ini berawal pada tahun 2005 tepatnya pascatragedi bom Bali satu. Menurut Ketut kepada SCTV belum lama berselang, pada saat itu banyak seniman lukis di Mengwi, Badung kehilangan mata pencahariaan akibat sepinya wisatawan. Peluang ini dimanfaatkan Ketut dengan mempekerjakan para seniman untuk melukis sandal. Sandal yang dibuat untuk kaum hawa ini didominasi tema bunga, daun, dan kupu-kupu agar pemakainya tampak lebih feminin dan seksi.

Dibantu sepuluh pegawai, dalam sebulan Ketut mampu memproduksi 6.000 pasang sandal lukis. Meski baru dua tahun, produk sandal sudah menembus pasar Amerika Serikat dan Hongkong. Harga sandal cantik ini cukup bervariasi antara Rp 125 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung model dan kerumitannya. Dari bisnis ini, Ketut mengaku bisa meraup omset Rp 40 juta per bulan.(IAN/Aries Wicaksono)

lihat berita dari sumbernya

28
Nov
07

Jelang KTT, Warga Badung Dirazia


Liputan6.com, Badung: Menjelang digelarnya Konfrensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim dan Pemanasan Global di Nusa Dua, Bali, awal bulan depan, berbagai operasi keamanan mulai dilakukan. Di antaranya pemeriksaan kartu tanda penduduk, Selasa (27/11) petang, yang dipusatkan di sekitar Kelurahan Kedonganan, Badung. Aparat kelurahan bersama personel polisi dan TNI menyisir rumah penduduk, warung, dan pasar ikan Kedonganan.

Puluhan warga pendatang dijaring dalam razia itu karena tidak membawa KTP. Puluhan warga lainnya diamankan karena kartu tanda pengenal mereka sudah tidak berlaku. Mereka kemudian menjalani sidang pelanggaran tertib administrasi kependudukan. Selain sanksi denda, mereka juga diingatkan agar selalu membawa kartu identitas dan ikut menjaga keamanan lingkungan menjelang berlangsungnya KTT [baca: Aparat Gabungan Gelar Apel Siaga].(ADO/Putu Setiawan)

lihat berita dari sumbernya

12
Nov
07

2.000 ton minyak Tumpah di Laut Hitam, Timbulkan Bencana Lingkungan Besar

Moskow -
Badai
hebat di Semenanjung Kerch terletak antara Laut Hitam dan Lautan Azov memakan korban. Badai memicu deburan gelombang laut raksasa hingga setinggi lima meter. Dalam kondisi seperti ini kapal-kapal tanker berat memuat minyak tak bisa berkutik. Minggu (11/11) kemarin sebuah kapal tanker milik Rsia pecah jadi dua dan tenggelam menumpahkan 2.000 ton minyak menuju semenanjung tersebut. Tanker bernama Volganeft-139 pecah jadi dua sekitar lima kilometer dari pesisir, menimbulkan masalah lingkungan serius.

Membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menyelesaikan masalah ini,” tutur Oleg Mitvol,kepala pengamat keselamatan lingkungan negara kepada teelvisi Vesti 24.

Kondisi angin kencang membuat tim darurat tidak mampu bertindak cepat dalam mengumpulkan minyak di permukaan air. Maxim Stepanenko,seorang jaksa regional,menyatakan biang keladi mengapa minyak sampai bisa tumpah adalah tanker sendiri. Ia mengatakan desain tanker sangat kuno dan tak dirancang untuk mampu menerjang badai. Tanker-tanker macam ini dibuat pada era Soviet untuk membawa minyak di sungai-sungai.

Sebuah kapal kargo lainnya membawa 2.000 ton sulfur juga tenggelam tak jauh dari lokasi kapal tanker sebelumnya. Sembilan krunya terdampar menggunakan rakit penyelamat ditengah-tengah amukan angin mencapai 108 kilometer perjam di perairan yang memisahkan Rusia dan Ukraina tersebut.

Kapal ke tiga mengalami kerusakan dan total 50 kapal dievakuasi dari Kavkaz, sebuah pelabuhan komersial Semenanjung Kerch, sekitar 1.200 kilometer selatan Moskow, lansir kantor berita Rusia. Dari keterangan yang ada belum tercatat korban cedera atau tewas pasca semua insiden.

Ketika pecah Volganeft-139  sebenarnya sedang melepaskan jangkar dan diam. Tiga tugboat, dua dari Rusia dan satu Ukraina, mencoba menyambung kabel-kabel guna mencegah kapal tenggelam namun tidak menemukan hasil memuaskan.

Rusia dan Ukraina telah melakukan kerjasama dalam menghadapi situasi. Sebuah kapal Ukraina dan heli Rusia dalam posisi standby terbang menuju lokasi segera setelah cuaca membaik.  Menteri Transportasi Ukraina dalam pernyataannya menyebutkan seluruh pelabuhan negeri sudah diberikan peringatan waspada dan membantu dalam operasi penyelamatan tanker Volganeft-139.

Televisiachon Rusia melaporkan tumpahan minyak dari tanker yang memuat 4.000 ton minyak terus berlanjut dan insiden terjadi di perairan Ukraina. Kapal naas ini membawa minyak dari kota Samara, Rusia selatan menuju terminal minyak di Ukraina. (ton/ap/afp) 

sumber : Bali Post

11
Nov
07

Bicycle for Earth, Kampanye Pemanasan Global

Liputan6.com, Jakarta: Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang pemanasan global akan diadakan di Nusa Dua, Bali pada Desember mendatang. Guna menyambut acara tersebut sejumlah warga menggelar kampanye pemanasan global bertajuk Bicycle for Earth yang dimulai Ahad (11/11) pagi. Sekitar 50 orang diberangkatkan menuju Bali dengan mengendarai sepeda dari Lapangan Monumen Nasional atau Monas, Jakarta Pusat.

Menurut Ketua Tim Kampanye Alva Febianto, rombongan yang dilepas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pukul 07.00 WIB ini akan melalui 18 kota di Pulau Jawa dan Bali. “Kami berkampanye memasyarakatkan penggunaan sepeda ke lokasi kerja atau tempat beraktivitas agar bisa mengurangi dampak pemanasan global,” tutur Alva.

Alva menambahkan, tujuan lain kegiatan yang berlangsung selama 21 hari ini adalah mengajak masyarakat menanam pohon. “Kita berencana menanam pohon di 18 kota atau kabupaten yang dilewati. Sedangkan kampanye besar digelar di lima kota yaitu Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya, dan Denpasar,” jelas Alva.

Pemanasan global atau global warming merupakan fenomena peningkatan suhu permukaan bumi yang berakibat buruk pada kehidupan dan pencairan lapisan es di Kutub Utara dan Selatan. Salah satu pemicunya adalah pencemaran udara. Jakarta termasuk 10 kota dengan tingkat polusi udara tertinggi dunia.

Asap kendaraan menjadi penyumbang pencemaran udara terbesar di Ibu Kota. Berbagai gas dan zat polutan yang terkandung dalam asap kendaraan bisa mengancam kesehatan. Mulai dari iritasi mata hingga penurunan tingkat kecerdasan.

Guna menekan tingkat polusi di Jakarta, Pemerintah Provinsi Jakarta beberapa kali mengkampanyekan Hari Bebas Kendaraan di sejumlah jalan protokol. Alhasil, jalan-jalan utama memang menjadi lengang dan bebas dari asap knalpot. Namun, di wilayah lain kendaraan tetap melintas [baca: Jalur Thamrin-Sudirman Lengang].

Pun demikian masyarakat. Kini, sebagian warga Ibu Kota mulai beralih menggunakan sepeda ketika berangkat kerja untuk menghindari kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi udara.(RMA/David Silahoij)

10
Nov
07

Museum Perjuangan Rakyat Bali

Liputan6.com, Denpasar: Monumen perjuangan rakyat Bali berdiri anggun di pusat Kota Denpasar sejak 1988. Seperti namanya, museum ini menyimpan kenangan tentang kegigihan pejuang Bali. Tentunya, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kenangan ini tergambar dalam 17 diorama. Beberapa di antaranya mengisahkan perjuangan heroik di zaman kerajaan dalam menentang penjajahan. Misalnya, perang Jagaraga di Buleleng, perang puputan Badung hingga pertempuran puputan Klungkung.

Tak hanya itu, beberapa diorama juga menggambarkan sepak terjang rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan pascaproklamasi. Antara lain pertempuran di Pelabuhan Buleleng, Selat Bali hingga perang puputan Margarana dibawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai.

Museum ini diresmikan pada 2003 oleh mantan Presiden Megawati Sukarnoputri. Untuk memasuki tempat ini, setiap pengunjung dewasa dipungut tiket seharga Rp 2.000. Sedangkan Rp 1.000 untuk anak-anak. Dalam sehari, tempat ini didatangi 100 hingga 150 pengunjung.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)

10
Nov
07

Melihat Ratusan Kera di Monkey Forest

Liputan6.com, Ubud: Sekitar 400 monyet berkeliaran di alam bebas. Pemandangan unik ini dapat Anda lihat bila berkunjung ke Monkey Forest. Namun Anda harus berhati-hati. Pasalnya, monyet-monyet tersebut sangat nakal dan kerap mencuri barang bawaan pengunjung.

Monkey Forest menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi di Ubud, Bali. Pemandangan hutannya sungguh indah dan menawan. Tak hanya itu, udara sejuk khas daerah tropis akan senantiasa membelai Anda sepanjang perjalanan.

Singgah di Ubud, Tak lengkap rasanya tanpa berkunjung ke kawasan wisata terkenal Tanah Lot. Sekadar catatan, Tanah Lot berasal dari bahasa Bali yang berarti daratan di tengah laut. Kawasan ini merupakan deretan batu yang telah terbentuk sedemikian rupa akibat abrasi air laut.

Tanah Lot menyuguhkan pemandangan matahari terbenam atau sunset yang begitu fantastis. Keindahan dan kemolekannya dapat menjadi renungan betapa indah kuasa Ilahi. Pun, panorama ini bisa juga dinikmati sebagai pelengkap setelah seharian beraktivitas. Untuk selengkapnya, Anda bisa simak di video kami.(REN/Tim Melancong Yuk)