
Liputan6.com, Jakarta: Sampah selalu menjadi masalah lingkungan. Namun sayangnya masih sedikit orang yang mau turun tangan menangani masalah sampah. Di antara sedikit orang itu adalah Teti Suryati, seorang guru Biologi di Sekolah Menengah Atas Negeri 12 Jakarta Timur.
Sebagai seorang guru Biologi, Teti memiliki pengetahuan matang tentang mikroorganisme dan fermentasi yang terjadi dalam proses pembuatan kompos. Pengetahuan teori ini dikombinasikan dengan berbagai pelatihan hingga mendorongnya membuat gerakan memasyarakatkan pembuatan kompos.
Tidak jarang Teti terjun langsung untuk memberi contoh betapa mudahnya pengolahan kompos. Langkah pertama, sampah organik dan nonorganik dipilah. Sampah yang sudah dipotong-potong dicampur serbuk gergaji dengan perbandingan satu banding dua untuk menyerap air. Selanjutnya campuran ditaburkan dedak dan air gula atau molase untuk menciptakan proses fermentasi sampah.
Di laboratorium sekolah, murid-muridnya diberikan mata pelajaran khusus mengenai pembuatan kompos. Bukan hanya sebatas teori, praktik pembuatan kompos juga dilakukan. Maka tidak heran, lingkungan SMAN 12 Jaktim menjadi hijau dan asri. Teti juga menularkan kemampuan untuk masyarakat di lingkungannya. Hasilnya, wilayah Rukun Warga 15 Klender tidak hanya bersih, tapi juga hijau dan asri. RW 15 pun berhasil meraih predikat Juara Bersih Nasional 2007.
Peran Teti dalam membersihkan lingkungan dengan membuat kompos membuatnya terkenal di kalangan masyarakat luas. Ia sering diundang ke berbagai daerah di Tanah Air oleh Kementerian Lingkungan Hidup guna berbagi ilmu membuat kompos. Teti membuktikan setinggi apa pun pengetahuan yang dimiliki tidak akan berguna tanpa dipraktikkan. Keteladanan sekecil apa pun lebih berharga dan masuk di hati masyarakat. Dan yang terpenting, kelestarian lingkungan menjadi lebih terjaga.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)
sumber : Liputan[dot]com
Komentar Terakhir