Arsip untuk April, 2008

14
Apr

Alternatif Turbo Pascal buat Linux : Free Pascal

gak puas dengan “penemuan” saya sebelumnya, saya mengexplor lagi dunia maya yg luas ini, dan akhirnya saya nemu free pascal, tampilannya mirip turbo pascal banget, emang sih nginstallnya cukup bikin ….. kesel kali ya, soalnya dependensinya banyak, tapi kayanya ga harus semua dependensinya diinstall, saya juga ga inget nginstall dependensinya apa aja tau2 udah bisa dipake dia si free pascal… lumayan buat ngerjain kerjaan yg deadlinenya udah semakin deket… oya sekilas info saya donlod paket free pascal di websitenya debian

berikut ini screenshot free pascal yang sudah berhasil saya install

mirip turbo pascal kan

11
Apr

Compile, Make, dan Running Source Code Pascal di Linux (Kubuntu 7.10)

Udah beberapa hari ini saya full make Linux (Kubuntu 7.10) karena entah kenapa windows saya nge-heng terus sejak saya nginstall Wine di Linux (ada hubungannya gak ya??). Awal2nya semua lancar2 aja karena beberapa aplikasi windows yang sering saya pake udah saya dapetin alternatifnya di Linux. Nah… karena tuntutan pekerjaan saya di kampus yang menuntut pemakaian compiler Turbo Pascal, saya mulai bertanya ada gak ya alternatif Turbo Pascal di Linux?? Ide pertama muncul : jalanin Turbo Pascal pake Wine, eh ternyata gak bisa nokk..

Ide berikutnya : tanya Pak Google “compiler pascal linux”.. Setelah memilah-milah jawaban dari Pak Google, akhirnya terpilih gpc, download, install, nyoba ngompile file .pas -> sukses, baca2 manualnya, bkin file output dari file .pas-nya, run -> beres…

Trus sekarang tak share aja ya step by step Compile, Make, dan Running Source Code Pascal di Linux (Kubuntu 7.10)

  1. download paket gpc di sini
  2. install
    • jalankan konsole sebagai root (sudo su)
    • masuk ke direktori root (cd /)
    • ekstrak paket gpc tadi (tar xzf gpc-2.1-with-gcc.i686-pc-linux-gnu.tar.gz) secara otomatis hasil ekstraksi akan dimasukkan ke direktori /usr/local
  3. compile, perintahnya gpc namafile.pas yang harus diperhatikan :
    • nama file source code-nya harus namafile.pas bukan namafile.PAS
    • header file harus ada (nama program di source code — Program namaprogram;)
    • hilangkan uses crt
  4. make, perintahnya gpc –automake namafile.pas dengan perintah ini akan ter-create suatu file berekstensi .out yang merupakan output dari program pada source code pascal-nya, karena kita memakai opsi automake maka nama file outputnya akan otomatis, misalnya belum ada file .out di direktori kerja kita maka file outputnya akan otomatis bernama a.out
  5. run, file yang kita run adalah file .out yang sudak di-make tadi, perintahnya ./a.out maka program pascal kita akan dijalankan seperti suatu file .sh dijalankan di konsole

oke.. segitu dulu deh.. mau belajar dulu buat UTS JarKom besok, hehehehe semoga berguna

09
Apr

Arang Sampah Organik Ciptaan Ujang

gambar-gambar diambil dari batubara70000014.com

Liputan6.com, Ciamis: Dedaunan, serabut kelapa, serbuk kayu, dan beberapa jenis sampah organik lain ternyata bisa bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif. Adalah Ujang, warga Ciamis, Jawa Barat, yang mengolah sampah organik tersebut menjadi bahan bakar alternatif untuk kompor dalam bentuk briket arang. Alternatif bagi Anda yang kesulitan mendapatkan minyak tanah.

Kepada SCTV, belum lama ini, Ujang menguraikan pembuatan briket sampah organik itu. Semua sampah organik dimasukkan ke drum yang telah dibakar kemudian ditutup selama enam jam. Drum yang digunakan memang bukan sembarang drum melainkan sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa mengubah sampai menjadi arang.

Arang yang dihasilkan kemudian digiling menjadi serbuk. Setelah itu ditambah sedikit lem sebagai perekat lalu diaduk rata. Usai dicetak dalam bentuk balok, briket dijemur hingga kering. Selain ramah lingkungan, briket buatan Ujang ini tak mengeluarkan asap dan bebas jelaga.

Setelah melalui percobaan selama tujuh tahun, Ujang kini bisa memproduksi hingga 1 ton arang per hari. Harga yang ditawarkan pun cukup murah yakni hanya Rp 1.600 per kilogram.(TOZ/Eko Setyabudi)

sumber : Liputan6[dot]com

06
Apr

MadeJunes.net

sreenshot web baru saya

yoi… saya punya domain baru : MadeJunes.net. webnya masih belum beres sih, lagi sibuk uts + persiapan dies nih, jadinya baru saya bikin halaman depannya aja. link Profil & Blog ditaut ke blog ini, trus link Foto ditaut ke album foto saya di Friendster. maunya sih ntar isi utama dari MadeJunes.net ya kayak link2 yg udah ada,

  1. Profil > buat nampilin profil saya, biar orang2 yg buka MadeJunes.net tau siapa yg punya MadeJunes.net, hehehe..
  2. Blog > yaa blog.. rencananya mau tak bikin pake WordPress, trus blog yg ini gimana?? ya tak tinggalin… kan udah punya blog dengan nama domain sendiri :d
  3. Foto > isinya ntar foto2 saya dan foto2 hal2 di seputar saya, yaa walopun saya gak punya kamera saya juga suka bernarsis-narsis ria dengan majang foto2 diri di web, hohohoho… ntar maunya tak bikin pake cms jg tapi belum nemu cms khusus foto yg tampilannya bisa diubah dengan mudah (hehehe masih cupu saya, ada saran??).. kenapa pengen ngubah tampilan?? biar tampilannya sama dengan halaman depan, halaman blog, dan halaman lainnya (mencoba mengimplementasikan konsep consistency di mata kuliah IMK, hehehehe)

semoga ntar pas kesibukan2 udah pada beres bisa tak slesein jg MadeJunes.net, swaha…

kalo ada waktu sok dikunjungi… trus kasi komen di shoutboxnya… makasi…

06
Apr

Teti Suryati, Guru Biologi yang Mempopulerkan Kompos

Liputan6.com, Jakarta: Sampah selalu menjadi masalah lingkungan. Namun sayangnya masih sedikit orang yang mau turun tangan menangani masalah sampah. Di antara sedikit orang itu adalah Teti Suryati, seorang guru Biologi di Sekolah Menengah Atas Negeri 12 Jakarta Timur.

Sebagai seorang guru Biologi, Teti memiliki pengetahuan matang tentang mikroorganisme dan fermentasi yang terjadi dalam proses pembuatan kompos. Pengetahuan teori ini dikombinasikan dengan berbagai pelatihan hingga mendorongnya membuat gerakan memasyarakatkan pembuatan kompos.

Tidak jarang Teti terjun langsung untuk memberi contoh betapa mudahnya pengolahan kompos. Langkah pertama, sampah organik dan nonorganik dipilah. Sampah yang sudah dipotong-potong dicampur serbuk gergaji dengan perbandingan satu banding dua untuk menyerap air. Selanjutnya campuran ditaburkan dedak dan air gula atau molase untuk menciptakan proses fermentasi sampah.

Di laboratorium sekolah, murid-muridnya diberikan mata pelajaran khusus mengenai pembuatan kompos. Bukan hanya sebatas teori, praktik pembuatan kompos juga dilakukan. Maka tidak heran, lingkungan SMAN 12 Jaktim menjadi hijau dan asri. Teti juga menularkan kemampuan untuk masyarakat di lingkungannya. Hasilnya, wilayah Rukun Warga 15 Klender tidak hanya bersih, tapi juga hijau dan asri. RW 15 pun berhasil meraih predikat Juara Bersih Nasional 2007.

Peran Teti dalam membersihkan lingkungan dengan membuat kompos membuatnya terkenal di kalangan masyarakat luas. Ia sering diundang ke berbagai daerah di Tanah Air oleh Kementerian Lingkungan Hidup guna berbagi ilmu membuat kompos. Teti membuktikan setinggi apa pun pengetahuan yang dimiliki tidak akan berguna tanpa dipraktikkan. Keteladanan sekecil apa pun lebih berharga dan masuk di hati masyarakat. Dan yang terpenting, kelestarian lingkungan menjadi lebih terjaga.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)

sumber : Liputan[dot]com