Arsip untuk Kategori 'Hindu'



05
Jan

Pendalaman Makna Siwaratri —– Siwaratri sebagai Jalan Pembebasan

ni fotonya dapet di wikipedia, kayanya sih lokasinya di India

Denpasar (Bali Post) -
Siwaratri
adalah jalan pembebasan bagi manusia dari belenggu kepapaan atau kesengsaraan. Siwaratri ditandai dengan pelaksanaan brata siwaratri, yaitu jagra (tidak tidur), upawasa (tidak makan dan minum), dan mona (berdiam diri). Demikian terungkap dalam pendalaman makna siwaratri yang dilaksanakan oleh Dharmopadesa Pusat di Pasraman Dharma Wasistha, Jumat (4/1) kemarin. Lanjutkan membaca ‘Pendalaman Makna Siwaratri —– Siwaratri sebagai Jalan Pembebasan’

21
Des

Names of Shri Krishna

Tadi waktu saya baca postingan saya tentang warna hitam yg ada gambar bertuliskan Names of Krishna : Syamasundara — Beautiful, dark like a raincloud yang saya dapet dari iskcon.com saya baru ngeh ternyata Shri Krishna tu punya banyak nama ya, lebih ngeh lagi saya setelah saya buka lagi iskcon.com dan yang jadi gambar di halaman depannya adalah

Lanjutkan membaca ‘Names of Shri Krishna’

19
Des

Filosofi Warna Hitam

HITAM, warna favorit saya.. dapet ide buat nulis ini pas kemaren nyuci, cucian saya 80% warnanya item, hehehe..Bukan karena banyak kotornya lho, tapi emang warnanya item!!

Alasan saya  suka warna item Lanjutkan membaca ‘Filosofi Warna Hitam’

16
Des

Jembatan Rama Mau Dihancurkan, Umat Hindu Keberatan

Denpasar (Bali Post) -
Masyarakat
Bali begitu akrab dengan cerita Ramayana soal jembatan Alengka yang dibuat pasukan kera Rama saat menyerang Alengka. Di India, jembatan itu disebut Jembatan Rama (Ram Setu).

Pada seminar sehari soal Jembatan Rama yang digelar Bali India Foundation (BIF), Sabtu (15/12) kemarin di Renon, jembatan ini bukan saja diakui ada, namun kini terancam punah karena akan dihancurkan pemerintah India untuk jalur laut kapal. Pentolan LSM Esha Vyasam (penyelamat warisan budaya), Kusum Vyas memimpin gerakan untuk menolak penghancuran jembatan yang menghubungkan India Selatan dengan Sri Lanka. Lanjutkan membaca ‘Jembatan Rama Mau Dihancurkan, Umat Hindu Keberatan’

05
Des

Pesan Kelestarian Alam dalam Gemulai Tari Tri Hita Karana

Gede Suardana - detikcom
Nusa Dua - Sekelompok penari Bali mementaskan tari Tri Hita Karana. Tarian tentang kelestarian alam ini mendapat standing applause dari para delegasi UNCCC, Nusa Dua, Bali.

Tri Hita Karana adalah tarian yang menceritakan filosofi Hindu. Ini adalah konsep hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan dengan alam. Lanjutkan membaca ‘Pesan Kelestarian Alam dalam Gemulai Tari Tri Hita Karana’

05
Des

Menjaga Kebersihan Atmosfir Bumi

Pelinggih Sang Hyang Ider Bhuwana berada di sebelah kiri Balai Pesamuan atau di hulu atau di luanan dari Salu Panjang di Pura Penataran Agung Besakih. Kalau Balai Pesamuan simbol alam semesta tempat para Dewa manifestasi Tuhan untuk menurunkan karunia kepada semua ciptaan-Nya. Sedangkan Pelinggih Sang Hyang Ider Bhuwana adalah simbol alam semesta atau Bhuwana Agung yang tunggal, bulat dan terus berputar sebagai stana Tuhan Yang Maha Esa. Apa makna bangunan Salu Panjang di Pura Pentaran Agung Besakih itu? Lanjutkan membaca ‘Menjaga Kebersihan Atmosfir Bumi’

04
Des

Pejuang Nyepi untuk Dunia

Gede Suardana - detikcom
Nusa Dua - Konferensi Climate Change yang digelar di Nusa Dua, Bali menjadi momentum bagi masyarakat Bali untuk memperjuangkan Nyepi Day agar bisa diadopsi dunia. Tak hanya pemerintah dan LSM, para pendeta pun “turun gunung” ikut berjuang bersama-sama.

Dalam Konferensi Climate Change yang dimulai Senin (3/12/2007), terdapat beberapa pendeta di Bali atau disebut pedanda atau pandita ikut menjadi delegasi. Pakaian yang mereka gunakan pun ramah lingkungan alias tanpa jas. Mereka tetap mengenakan pakaian pendeta, jubah putih-putih. Lanjutkan membaca ‘Pejuang Nyepi untuk Dunia’

03
Des

Sang Trini ”Magandu Wirasa” di Griya Mas Tumbak Bayuh

MINGGU (2/11) lalu, sebanyak 18 sulinggih terdiri dari Brahmana Siwa, Brahmana Bodha dan Brahmana BhujanggaMagandu Wirasadi Pasraman Agung Griya Mas Tumbak Bayuh - Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Lanjutkan membaca ‘Sang Trini ”Magandu Wirasa” di Griya Mas Tumbak Bayuh’

03
Des

Memasyarakatkan Tri Hita Karana

BAGI sebagian besar masyarakat Bali, Tri Hita Karana tidak asing lagi. Di kalangan umat Hindu di daerah ini, konsep tersebut telah menjadi panduan dalam kegiatan dan kehidupannya sehari-hari. Bagi mereka, Tri Hita Karana bukan hanya ditempatkan sebagai penjabaran dari filosofi yang bersumber dari ajaran agama, tetapi juga dipahami sebagai konsep yang mengandung nilai-nilai universal. Maka, ada upaya untuk memasyarakatkan Tri Hita Karana bukan hanya terbatas di daerah Bali, tetapi juga secara nasional, bahkan internasional. Lanjutkan membaca ‘Memasyarakatkan Tri Hita Karana’