Materi perkuliahan kapita selekta kali ini adalah mengenai metode pengalamatan Internet Protocol (IP) versi terbaru yaitu IPv6. Materi ini merupakan materi yang berada dalam ruang lingkup Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Sistem Komputer dan Jaringan Komputer (SKJK). Walaupun saya belum mempunyai dasar dalam bidang jaringan komputer, saya mempunyai ketertarikan dengan materi ini karena pada waktu geladi saya sempat diperkenalkan mengenai konsep IPv6 oleh pembimbing lapangan saya di PT. Telkom. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat saya tangkap pada saat perkuliahan kemarin, dengan beberapa tambahan referensi yang saya peroleh dari internet.
IPv6 adalah versi terbaru pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP. Contoh pengalamatan dengan IPv6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A. Lain halnya dengan pengalamatan IP versi sebelumnya yaitu IPv4 yang hanya memiliki panjang alamat 32-bit, alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. Sehingga IPv6 ke depannnya dapat memiliki total alamat yang mungkin hingga 2^(128)=3,4 x 10^(3
alamat. Total alamat yang sangat besar ini dapat menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing. Hal ini sangat berbeda dengan IPv4 yang walaupun total alamatnya mencapai 4 miliar, tetapi pada implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja karena ada beberapa batasan.
Jika pada IPv4 kita mengenal adanya suatu DHCP server yang dapat memberi alamat IP secara otomatis kepada clientnya, pada sistem pengalamatan dengan IPv6 pun mengizinkan adanya DHCP server yang juga berperan sebagai pengatur alamat otomatis. Pada IPv4 kita mengenal istilah dynamic address dan static address, di mana istilah dynamic address digunakan untuk client yang memperoleh alamat IP dari suatu DHCP server. Sedangkan pada IPv6 konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Format pengalamatan dalam IPv6 yang memiliki panjang alamat 128-bit dapat dijabarkan sebagai berikut. Alamat 128-bit ini akan dibagi ke menjadi 8 blok yang masing-masing berukuran 16-bit, yang bisa dikonversi ke menjadi 4 digit bilangan heksadesimal. Masing-masing blok tersebut dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Oleh karena itu, format notasi yang digunakan pada IPv6 sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format. Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
0010000111011010000000001101001100000000000
00000001011110011101100000010101010100000000
01111111111111110001010001001110001011010
Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010
Kemudian, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
Dalam model pengalamatan dengan IPv6 dikenal adnya suatu konsep penyederhanaan alamat. Jika kita ambil contoh dengan menggunakan alamat di atas, penyederhanaannya dilakukan dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok, dengan menyisakan satu digit terakhir yang kemudian menjadi sebagai berikut :
21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A
Jika pada IPv4 kita mngetahui bahwa sebuah alamat dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask, IPv6 tidak menggunakan angka prefiks tersebut untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask. Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks mementukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:
3FFE:2900:D005:F28B::/64
Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.
Jenis-jenis pengalamatan pada IPv6 adalah sebagai berikut:
• Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.
• Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.
• Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.
Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi sebagai berikut :
• Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.
• Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.
• Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet berbasis IPv6.
Nama : I Made Junestraliawan M
NIM : 113050013
ps: ini tugas kuliah saya, sumbernya dari wikipedia









Komentar Terakhir