Arsip untuk Kategori 'Kuliah'

05
Jan

Menampilkan Tipe Data Double Tanpa Koma (.) di Java

Photobucket
gambarnya jelek ya… kalo mau liat dengan jelas klik aja di gambarnya

mau iseng2bagi2pengalaman nih. kan saya lagi buat tugas besar oop (pemrograman berorientasi objek :p) nih, ceritanya buat sisfo gudang garmen yang mencatat transaksi keluar masuknya barang di gudang. nah kan transaksi tu punya ID yang unik contohnya T008 menunjukkan ID transaksi nomor delapan, biar ID-nya unik jadinya harus auto-increment kan, kalo pake Oracle ada tuh fitur buat bikin auto-increment, tapi tugas besar saya sudah kadung bikin databasenya pake MySQL dan saya ga tau di MySQL tu ada fitur auto-increment-nya atau ga. Lanjutkan membaca ‘Menampilkan Tipe Data Double Tanpa Koma (.) di Java’

02
Nov

Tugas Kapsel 6 - Penjabaran Teknis dari Kebijakan Keamanan Jaringan Enterprise

Perkuliahan Kapita selekta kali ini adalah perkuliahan Kapita Selekta yang terakhir untuk semester ini. Pada perkuliahan kali ini tema yang dibahas masih di bidang SKJK seperti perkuliahan sebelumnya. Materi yang di bahas kali ini adalah Penjabaran Teknis dari Kebijakan Keamanan Jaringan Enterprise yang disampaikan oleh ibu Niken D Cahyani.
Hal pertama yang dibahas adalah pengertian dari enterprise itu sendiri. Menurut Goralski (1995), enterprise adalah suatu perusahaan yang mempunyai karakteristik sebagai berikut. Yang pertama adalah multiple sites, yaitu perusahaan tersebut berada pada lebih dari satu tempat atau mempunyai banyak kantor cabang. Yang kedua, multiple computing platforms, perusahaan tersebut menggunakan banyak platform untuk proses komputasi di dalamnya. Terakhir, multiple protocols, protokol jaringan yang digunakan bermacam-macam.
Selain hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, jaringan enterprise juga mempunyai ciri khas lain yaitu open access network. Ciri ini juga yang mengubah pandangan tentang jaringan enterprise, walaupun suatu perusahaan hanya mempunyai satu cabang, dengan satu paltform dan hanya menggunkan satu protokol tetapi jaringannya terbuka untuk diakses (open access network), maka perusahaan tersebut dapat disebut memiliki suatu jaringan enterprise. Open access network ini memungkinkan adanya suatu akses online bagi pelanggan, pemasok, atau rekanan ke informasi perusahaan tanpa peduli siapa dan dimanapun pengakses itu berada. Hal ini berarti penyusup pun bisa mengakses informasi perusahaan tersebut.
Dengan adanya open access network tersebut kemudian muncul suatu masalah yaitu masalah keamanan pada jaringan enterprise itu sendiri. Sistem keamanan jaringan pada umunya hanya memusatkan perhatian pada solusi yang disediakan oleh teknologi-teknologi yang didisain dalam skema pertahanan perimeter, seperti firewall, server otentikasi dan Virtual Private Network (VPN). Hal-hal tersebut tidaklah cukup untuk mengurangi resiko yang muncul dalam lingkungan open access network karena pada dasarnya teknologi-teknologi tersebut hanya memindahkan resiko dari satu perimeter ke perimeter lainnya. Untuk itu diperlukan suatu sistem keamanan yang terukur dan dapat dikelola secara menyeluruh dan kontinu.
Clark (2003), mengungkapkan bahwa ada suatu konsep sistem keamanan yang terukur dan dapat dikelola secara menyeluruh dan kontinu yang ia sebut E-Security. E-Security merupakan perluasan dari keamanan yang disediakan oleh firewall dan VPN, dengan cara menggabungkannya dengan manajemen resiko, pengujian kerawanan dan pencegahan serangan. Namun, penerapan E-Security tidak serta merta mampu diaplikasikan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh open access network pada jaringan enterptrise, masih diperlukan adanya suatu panduan untuk menerapkan secara teknis prinsip-prinsip E-Security dalam jaringan enterprise, yang sesuai dengan kebijakan keamanannya. Jadi yang menjadi hal penting disini adalah kebijakan (policy) dari enterprise itu sendiri.

05
Okt

Tugas Kapsel 5 - IPv6

Materi perkuliahan kapita selekta kali ini adalah mengenai metode pengalamatan Internet Protocol (IP) versi terbaru yaitu IPv6. Materi ini merupakan materi yang berada dalam ruang lingkup Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Sistem Komputer dan Jaringan Komputer (SKJK). Walaupun saya belum mempunyai dasar dalam bidang jaringan komputer, saya mempunyai ketertarikan dengan materi ini karena pada waktu geladi saya sempat diperkenalkan mengenai konsep IPv6 oleh pembimbing lapangan saya di PT. Telkom. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat saya tangkap pada saat perkuliahan kemarin, dengan beberapa tambahan referensi yang saya peroleh dari internet.
IPv6 adalah versi terbaru pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP. Contoh pengalamatan dengan IPv6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A. Lain halnya dengan pengalamatan IP versi sebelumnya yaitu IPv4 yang hanya memiliki panjang alamat 32-bit, alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. Sehingga IPv6 ke depannnya dapat memiliki total alamat yang mungkin hingga 2^(128)=3,4 x 10^(3 8) alamat. Total alamat yang sangat besar ini dapat menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing. Hal ini sangat berbeda dengan IPv4 yang walaupun total alamatnya mencapai 4 miliar, tetapi pada implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja karena ada beberapa batasan.
Jika pada IPv4 kita mengenal adanya suatu DHCP server yang dapat memberi alamat IP secara otomatis kepada clientnya, pada sistem pengalamatan dengan IPv6 pun mengizinkan adanya DHCP server yang juga berperan sebagai pengatur alamat otomatis. Pada IPv4 kita mengenal istilah dynamic address dan static address, di mana istilah dynamic address digunakan untuk client yang memperoleh alamat IP dari suatu DHCP server. Sedangkan pada IPv6 konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Format pengalamatan dalam IPv6 yang memiliki panjang alamat 128-bit dapat dijabarkan sebagai berikut. Alamat 128-bit ini akan dibagi ke menjadi 8 blok yang masing-masing berukuran 16-bit, yang bisa dikonversi ke menjadi 4 digit bilangan heksadesimal. Masing-masing blok tersebut dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Oleh karena itu, format notasi yang digunakan pada IPv6 sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format. Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:

0010000111011010000000001101001100000000000

00000001011110011101100000010101010100000000

01111111111111110001010001001110001011010

Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010
Kemudian, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
Dalam model pengalamatan dengan IPv6 dikenal adnya suatu konsep penyederhanaan alamat. Jika kita ambil contoh dengan menggunakan alamat di atas, penyederhanaannya dilakukan dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok, dengan menyisakan satu digit terakhir yang kemudian menjadi sebagai berikut :
21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A
Jika pada IPv4 kita mngetahui bahwa sebuah alamat dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask, IPv6 tidak menggunakan angka prefiks tersebut untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask. Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks mementukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:
3FFE:2900:D005:F28B::/64
Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.
Jenis-jenis pengalamatan pada IPv6 adalah sebagai berikut:
• Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.
• Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.
• Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.
Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi sebagai berikut :
• Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.
• Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.
• Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet berbasis IPv6.

Nama : I Made Junestraliawan M
NIM : 113050013

ps: ini tugas kuliah saya, sumbernya dari wikipedia